Indonesia Topnews-Batam – Fachrizal dikenal sebagai sosok inspiratif penyandang disabilitas yang terus berjuang membangun semangat dan prestasi bagi para sahabat disabilitas di Provinsi Kepulauan Riau. Perjalanan hidupnya penuh suka dan duka sejak dirinya menjadi penyandang disabilitas pada usia 2 tahun.
Berbagai tantangan hidup pernah dialaminya, termasuk saat ditolak masuk IKIP Padang pada tahun 1985. Namun hal tersebut tidak membuat semangatnya padam. Fachrizal terus berjuang menjalani kehidupan hingga merantau dan menetap di Batam sejak tahun 1998.

Kini, Fachrizal aktif memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas dari berbagai sisi, mulai dari bantuan alat bantu, akses pendidikan, kesempatan kerja, kesejahteraan sosial hingga pengembangan olahraga disabilitas.
Selama 7 tahun memimpin National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Fachrizal terus membina para atlet disabilitas agar mampu berprestasi dan membawa nama baik daerah. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat menentukan dalam menciptakan atlet-atlet disabilitas yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Pada tahun 2021, di masa kepemimpinannya, atlet-atlet disabilitas Kepulauan Riau untuk pertama kalinya mengikuti Pekan Paralimpik Nasional (PEPARNAS) XVI di Jayapura, Papua. Setelah itu, para atlet juga mengikuti ajang Pekan Paralimpik Pelajar di Palembang dan Jakarta, hingga PEPARNAS XVII di Solo.
Meski raihan prestasi yang diperoleh belum terlalu signifikan, Fachrizal mengaku bangga karena perjuangan tersebut mampu meningkatkan rasa percaya diri serta harkat dan martabat penyandang disabilitas.
“Yang terpenting adalah membuktikan bahwa sahabat disabilitas adalah orang-orang istimewa yang mampu berprestasi dan berkarya,” ujarnya.

Salah satu kebanggaan besar yang diraih kontingen disabilitas Kepri adalah keberhasilan meraih medali emas cabang olahraga renang di Papua oleh atlet disabilitas yang memiliki keterbatasan fisik dengan kondisi tangan puntung separuh.
Fachrizal berharap dukungan pemerintah maupun pihak swasta terus ditingkatkan agar masa depan penyandang disabilitas menjadi lebih baik dan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Reporter : Chepi

